Rabu, 07 Oktober 2015

Indahnya Hidup


Hidup itu Indah
Kita belajar diam,, walau kadang kita ingin banyak berbicara
Kita belajar sabar,, walau sesekali kita ingin melampiaskan sebuah kemarahan
Kita belajar mengalah,, walau sering muncul dalam diri ini rasa keegoisan
Kita belajar menangis,,walau pun banyak hari yang kita rasakan adalah kebahagiaan
Kita belajar tegar,, walau banyak dari kita yang merasakan kehilangan
Itulah hidup,, hidup adalah belajar
Belajar senantiasa bersyukur,, walau yang didapat tidak cukup
Belajar menjaga ikhlas,, walau sering dalam memberi atau melakukan kurang rela
Belajar melaksanakan taat,, walau senantiasa cobaan godaan dan halangan amat berat
Belajar untuk memahami,, walau sering antar sesama serasa tak sehati
Belajar untuk sabar,, walau sering diri ini terasa terbebani
Belajar menjaga setia,, tatkala banyak hal yang kita temui amat mengoda
Belajar saling memberi,, sungguh pun yang kita punya tidaklah seberapa
Belajar saling mengasihi,, meski perasaan diri kita yang terus terusan tersakiti
Belajar merasa tenang,, meski hati ini tak luput diselimuti gelisah
Belajar saling percaya,, meski kadang hati ini berat dan susuah mewujudkannya
Hidup adalah belajar,, belajar dan terus belajar,,
Hingga allooh menyempurnakan usia kita,, aamiin,,
Janganlah kita mudah menyerah,,teruslah kita bertahan nan berjuang,,
Hidup di dunia bukanlah suatu tujuan,, melainkan ia adalah sebuah perjalanan,,
Maka nikmatilah perjalanan ini,,
Dalam perjalanan hidup kan kita temui tantangan,, maka hadapilah
Dalam perjalanan hidup kan kita jumpai anugrah,, maka besyukurla
Dalam perjalanan hidup juga kan kita jumpai cobaan,, maka bersbarlah
Orang bilang hidup juga pertandingan,, maka menangkanlah,,
Jika memang perjalanan hidup adalah tugas,, maka selesaikanlah,,
Hidup adalah perjalanan mengapai cita cita,, maka  wujudkanlah
Hidup adalah perjalanan  penuh misteri,, maka singkapkanlah
Hidup adalah sebuah perjanjian teguh dan kuat,, maka penuhilah
Hidup adalah suatu teka teki,, maka pecahkanlah
Ingatlah,,
Dalam hidup ada sesuatu yang membuat kita bahagia,, dialah rasa cinta dan kasih sayang

Dalam hidup ada sesuatu yang membuat kita kian dewasa,, dialah yang bernama masalah

Senin, 05 Oktober 2015

Sejarah dan Ciri Khusus Raflesia Arnoldi



SEJARAH DAN CIRI KHUSUS RAFLESIA ARNOLDI

Tanaman ini bernama Rafflesia Arnoldi atau dikenal juga dengan nama “bunga bangkai”. Disebut bunga bangkai karena tanaman ini mengeluarkan bau seperti bau bangkai. nama “Rafflesia Arnoldi” diambil dari nama dua orang ilmuwan yang bernama Sir Stamford Raffles dan ahli fisik yang bernama Josep Arnold. Mereka menemukan tanaman ini pada tahun 1818 ketika menjelajahi daerah yang landai dekat Bengkulu. Tanaman ini termasuk jenis bunga Rafflesia golongan Amorphophalus Titanum Becc (Bunga Bangkai) suku Araceae (Talas-talasan). Berasal dari Muara Aimat – Jambi. Ditanam di Kebun Raya Bogor pada tanggal 19 Desember 1992 dengan berat umbi 30 kg.  Pada tanggal 5 Februari 1994, muncul tunas kemudian pada tanggal 9 maret 1994 Rafflesia Arnoldi mencapai tinggi 1 meter. Lima hari kemudian (tanggal 14 november 1994) tinggi tanaman ini bertambah menjadi 1,5 meter. Karena tanaman ini termasuk langka, maka tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan dikembangbiakkan.
Rafflesia arnoldi dan berbagai kekayaan hayati lainnya merupakan aset berharga Indonesia yang tiada ternilai yang masih membutuhkan berbagai penelitian intens untuk mengetahui kemanfaatannya bagi manusia.
Ciri khusus Raflesia Arnoldi:

  1. Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun
  2. Bunga Raflesia memiliki 5 mahkota 
  3.  Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat bunga sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga.
  4. Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan.
  5. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
  6. Rafflesia merupakan tumbuhan parasit obligat pada tumbuhan merambat (liana) tetrasigma dan tinggal di dalam akar tersebut seperti tali.
  7. Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

Prinsip Dasar Tentang Anak

PRINSIP-PRINSIP DASAR TENTANG ANAK
(ustad Rahmat Abdullah Alm)

  1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. (QS.28:68, QS.42: 49-50)
  2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan. (QS.8:27-28)
  3. Orang tualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah.  Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-34)
  4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah (QS.2:223,QS.64:16,QS.3:102,QS.22:78)
  5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yang sholeh terbebas dari neraka. (QS.66:6,QS.46:15)
  6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh. (QS.11:46,QS.19:59)
  7. Jangan berharap banyak kepada anakmu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24)
  8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. (QS.30.30)
  9. Janganlah menginginkan anak-anakmu menjadi anak yang sholeh sebelum kamu menjadi sholeh terlebih dahulu. (QS.61:2,QS.66:6)
  10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu. (QS.1:5)
  11. Janganlah kamu menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak-hak Allah atasmu. (QS.2:83,QS.4:36,QS.6:151,QS.17:23-24)
  12. Berbuat baiklah kepada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.
  13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93)
  14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. (QS.15:99)