Senin, 05 Oktober 2015

Sejarah dan Ciri Khusus Raflesia Arnoldi



SEJARAH DAN CIRI KHUSUS RAFLESIA ARNOLDI

Tanaman ini bernama Rafflesia Arnoldi atau dikenal juga dengan nama “bunga bangkai”. Disebut bunga bangkai karena tanaman ini mengeluarkan bau seperti bau bangkai. nama “Rafflesia Arnoldi” diambil dari nama dua orang ilmuwan yang bernama Sir Stamford Raffles dan ahli fisik yang bernama Josep Arnold. Mereka menemukan tanaman ini pada tahun 1818 ketika menjelajahi daerah yang landai dekat Bengkulu. Tanaman ini termasuk jenis bunga Rafflesia golongan Amorphophalus Titanum Becc (Bunga Bangkai) suku Araceae (Talas-talasan). Berasal dari Muara Aimat – Jambi. Ditanam di Kebun Raya Bogor pada tanggal 19 Desember 1992 dengan berat umbi 30 kg.  Pada tanggal 5 Februari 1994, muncul tunas kemudian pada tanggal 9 maret 1994 Rafflesia Arnoldi mencapai tinggi 1 meter. Lima hari kemudian (tanggal 14 november 1994) tinggi tanaman ini bertambah menjadi 1,5 meter. Karena tanaman ini termasuk langka, maka tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan dikembangbiakkan.
Rafflesia arnoldi dan berbagai kekayaan hayati lainnya merupakan aset berharga Indonesia yang tiada ternilai yang masih membutuhkan berbagai penelitian intens untuk mengetahui kemanfaatannya bagi manusia.
Ciri khusus Raflesia Arnoldi:

  1. Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun
  2. Bunga Raflesia memiliki 5 mahkota 
  3.  Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat bunga sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga.
  4. Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan.
  5. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
  6. Rafflesia merupakan tumbuhan parasit obligat pada tumbuhan merambat (liana) tetrasigma dan tinggal di dalam akar tersebut seperti tali.
  7. Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar